liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
  • Sun. Feb 5th, 2023

EDBURSA.COM

BERITA TERKINI HARI INI

Rilis Cidro Asmoro, Vision+ Angkat Kekuatan Musik Campursari sebagai Budaya Lokal

Rilis Cidro Asmoro, Vision+ Angkat Kekuatan Musik Campursari sebagai Budaya Lokal

JAKARTA, iNews.id – Musik campursari saat ini menjadi salah satu genre musik yang paling digemari. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya musik campursari yang dihasilkan oleh musisi-musisi muda.

Melihat fenomena tersebut, Vision+ pun menghadirkan seri original baru bernama Cidro Asmoro. Serial ini membangkitkan budaya campuran melalui kisah perjuangan Ndayboy Genk untuk meraih mimpinya.

Rick Soerafani selaku Head of Creative Vision Pictures and Production mengatakan, seri ini akan menjadi karya pertama Vision+ di tahun 2023. Seri ini juga menandai debut Vision+ dalam mengangkat budaya lokal.

“Baru kali ini karya musisi lokal ditonjolkan oleh Vision+. Kita patut bangga dengan budaya lokal kita sendiri, karena belum ada kompetitor yang mempromosikan budaya lokal seperti ini. Semoga bisa diterima dan disukai masyarakat. masyarakat,” kata Rick Soerafani saat ditemui di Menara iNews, Jakarta Pusat, Jumat (20/1/2023).

Menurut Rick, pemilihan campursari sebagai budaya lokal yang diangkat dalam serial Cidro Asmoro didasarkan pada fenomena yang ada. Karena seperti yang kalian tahu, kampusari power meledak di pasaran dan diminati tidak hanya dari masyarakat jawa, tapi seluruh nusantara.

“Konsep Cidro Asmoro sendiri adalah kekuatan campursari sebagai budaya lokal yang cukup penting. Menurut saya, saat ini campursari tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Jawa. Artinya sudah menjadi budaya yang dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, ” dia berkata.

Rick menambahkan, fenomena tersebut terlihat dari animo masyarakat yang tinggi ketika ada konser yang mengundang musisi campursari. “Bisa dilihat di konser Campursari, semangat penonton luar biasa dan begitu heboh,” ujarnya.

Selain itu, campursari juga mulai populer di kalangan generasi milenial. Hal inilah yang membuat Vision+ merasa perlu untuk lebih memperkenalkan budaya campursari melalui penampilan yang menarik.

Seperti diketahui, Cidro Asmoro bercerita tentang perjuangan seorang musisi campursari bernama Daru yang terus berjuang meraih mimpinya meski banyak tantangan yang harus ia hadapi. Mulai dari restu orang tua, hingga asmara.

Kisah yang diangkat terinspirasi dari kisah musisi Ndarboy Genk.

Cidro Asmoro hadir dengan delapan episode yang diperbarui setiap minggunya, dan dapat disaksikan secara eksklusif di Vision+. Episode pertama dan kedua bisa disaksikan secara gratis, dan episode lainnya bisa dinikmati setelah berlangganan Vision+.

Editor: Siska Permata Sari

Ikuti iNews di Google Berita

Bagikan Artikel: